jendela informasi konservasi di bali barat

PENANGKARAN CURIK BALI (Leucopsar rothschildi) OLEH MASYARAKAT PENYANGGA TAMAN NASIONAL BALI BARAT

Kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) ditetapkan dengan SK Menteri Kehutanan No. 493/Kpts-II/1995 pada tanggal 15 September 1995 memiliki luas 19.002,89 Ha yang terdiri dari 15.587,89 Ha wilayah daratan dan 3.415 Ha wilayah perairan. Secara administrasi terletak di 2 kabupaten, yaitu Jembrana dan Buleleng. Pengelolaan TNBB terutama ditujukan untuk perlindungan populasi spesies endemik Burung Curik/Jalak Bali (Leucopsar rohtschildi) beserta ekosistem lainnya seperti ekosistem hutan dataran rendah sampai pegunungan, ekosistem mangrove dan ekosistem hutan pantai sebagai sistem penyangga kehidupan terutama ditujukan untuk menjaga keaslian, keutuhan dan keragaman suksesi alam dalam unit-unit ekosistem yang mantap dan mampu mendukung kehidupan secara optimal.

HERPETOFAUNA TAMAN NASIONAL BALI BARAT


Eksplorasi di kawasan mangrove Teluk Gilimanuk, Teluk Terima dan Teluk Banyuwedang, TNBB berhasil menemukan 23 jenis herpetofauna (meliputi 21 jenis reptil dan 2 jenis katak) yang tergabung dalam 11 suku. Katak Rana chalconota dan Limnonectes cancrivora ditemukan pada genangan air tawar di sekitar Teluk Terima pada malam hari. Sedangkan kodok Bufo melanosticus ditemukan di ketiga lokasi survei pada malam hari.

POTENSI WISATA DI SPTN 2 BULELENG

Panorama Sunrise di Selat Bali dengan Latar Depan Semenanjung Prapat Agung


Semenanjung Prapat Agung dengan Latar Depan Kapal Layar di  Teluk Gilimanuk